Joe Joyce v Kash Ali : Petinju Inggris Berusaha Meraih Kemenangan Pada Ronde ke-10

MataJP

Joe Joyce bekerja keras untuk capai kemenangan yang benar-benar diperlukan atas Kash Ali didalam pertarungan pertama peraih medali Olimpiade 2016 itu sejak disingkirkan oleh Zhilei Zhang.

Joyce, yang kehilangan rekor tak terkalahkannya kala kalah berturut-turut dari Zhang tahun lalu, diperkirakan bakal mengalahkan Ali didalam pertarungan undercard di Birmingham. Jaman sekarang banyak sekali orang yang menghabiskan waktu luangnya untuk bermain games, nah di situs kami MataJP banyak sekali jenis game yang bisa kamu coba mainkan.

Joyce berjuang keras untuk mendaratkan penyelesaian akhir terhadap Ali, meskipun keyakinan dirinya makin lama meningkat di sesudah itu hari. Saat Ali lelah, Joyce kelanjutannya bertarung hingga KO terhadap ronde ke-10. Dengan tujuh detik tersisa babak final, sebuah pukulan kanan pendek menyebabkan Ali jatuh ke kanvas untuk pertama kalinya terhadap malam itu.

Meski pemain berusia 32 tahun itu coba bangkit kembali, ia sedikit benar-benar lambat sebab hitungan wasit capai 10.

Ali jelas-jelas tidak diunggulkan kala melawan Joyce, tapi ia mencegah beberapa pukulan keras kala mendaratkan beberapa pukulannya sendiri, dan senantiasa meraih pujian meskipun tersedia beberapa kata-kata yang mencela dari tendangan sudutnya di pada ronde.

Joyce, kala itu, nampak tidak praktis, mengerti tetap miliki bekas luka dari dua kekalahan KO besar yang dideritanya dari Zhang – meskipun kecurigaan perihal rahangnya hilang kala dia membiarkan setiap pukulan yang dilancarkan Ali.

Petinju berusia 38 tahun itu menyebut pertarungan 10 ronde tanpa perebutan gelar ini sebagai “pertigaan jalan” didalam kariernya, sehabis ia beralih dari peringkat seterusnya untuk menantang gelar WBO Oleksandr Usyk jadi undercard di Resorts World Arena di Birmingham sebagai headline Nathan Heaney versus Brad Pauls.

Joyce, yang pernah berbicara perihal “masa-masa kelam” dan “dihina di media sosial”, diperkirakan bakal lagi bertarung melawan Ali.

Namun, Ali tidak enteng menyerah dan coba beberapa pukulan keras sejak awal termasuk pukulan overhand kanan yang benar-benar besar terhadap ronde ketiga, kemungkinan ia mengerti bahwa ia bakal kesulitan untuk mengungguli peraih medali perak Rio 2016 itu.

Dengan kelebihan bobot tiga 1/2 batu, pukulan Joyce selayaknya lebih menyakiti Ali, tapi ia mempunyai sedikit kekuatan dan momentum ke depan untuk beberapa besar pertarungan.

Pertarungan terjadi didalam pola yang berulang, bersama Joyce jalankan memadai banyak perihal untuk memenangkan setiap ronde tapi tidak pernah lebih dari batas minimum – dan pasti saja tidak memadai untuk menghalau keraguannya, meskipun ia mendapat KO di saat-saat terakhir.

Heaney menjaga sabuknya sehabis hasil imbang Paul

Dalam acara utama, Heaney menjaga gelar kelas menengah Inggrisnya meski ditahan imbang oleh Pauls didalam pertemuan yang mendebarkan.

Heaney, yang mengalahkan Denzel Bentley untuk merebut gelar di Manchester November lalu, jalankan pertahanan pertamanya dan mengerti menginginkan menikmati setiap detiknya.

Lahir di Stoke-on-Trent, Heaney disambut oleh segerombolan pecinta Stoke City dan jalankan perjalanan panjang bersama cara mondar-mandir ikuti lagu klub – Delilah oleh Tom Jones.

Namun Pauls tidak gentar bersama atmosfir partisan, mendaratkan beberapa pukulan kuat di paruh pertama pertarungan yang kompetitif meskipun Heaney, yang memakai kelebihan tinggi tiga inci, berhasil mengendalikan penantangnya.

Pertarungan ini benar-benar jadi hidup di ronde kedelapan, kala ‘The Newquay Bomb’ jalankan dan mendaratkan serangkaian pukulan kanan yang brutal, menyebabkan Heaney mati-matian bertahan.

Kedua pria itu bertarung satu mirip lain hingga nyaris terhenti, bersama ronde kesebelas jadi sorotan spesifik – Paul melepaskan serangkaian tembakan besar ke arah Heaney, yang entah bagaimana senantiasa berdiri untuk merespons bersama cara yang sama. Selain itu situs MataJP ini juga terpercaya loh, sudah dimainkan bayak orang juga, jadi jangan ragu lagi ya guys.

Setelah pertunjukan spektakuler tersebut, hasilnya adalah squib basah bersama satu juri memberi skor 116-113 untuk Heaney, 115-114 lainnya untuk Pauls, dan yang ketiga seri 114-114 – menyisakan sabuk di pinggang Heaney.

Originally posted 2024-03-17 12:50:50.


Posted

in

by

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *